Rupiah melemah ke Rp17.918 per dolar AS akibat harga minyak dunia naik

Rupiah melemah 18 poin ke Rp17.918 per USD akibat kenaikan harga minyak dunia pasca serangan di Arab Saudi dan Selat Hormuz.
Rabu, 14 Oktober 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.918 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.900. Pelemahan rupiah dipicu kenaikan harga minyak dunia menyusul serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, dan insiden di Selat Hormuz.
Yang perlu kamu tahu
- Rupiah melemah ke Rp17.918 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026.
- Harga minyak WTI untuk pengiriman November naik 1,89 dolar AS atau 2,06 persen menjadi 93,74 dolar AS per barel di bursa New York Mercantile Exchange.
- Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 1,93 dolar AS atau 1,84 persen menjadi 106,65 dolar AS per barel di bursa London ICE Futures Exchange.
- Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah berkisar di Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.
- Rupiah memperoleh dukungan dari koreksi indeks dolar AS dan yield UST yang tertekan pernyataan pejabat The Fed John C Williams.
Dampaknya buat kamu
Pelemahan rupiah dapat memengaruhi harga barang impor dan kebutuhan sehari-hari. Namun, menurut Lukman Leong, rupiah disebut memperoleh dukungan dari koreksi indeks dolar AS dan yield UST yang tertekan pernyataan dovish pejabat The Fed John C Williams yang melihat sekali kenaikan suku bunga tahun ini dan menilai tidak diperlukan kenaikan lebih lanjut pada tahun 2027. Investor masih cenderung wait and see mengantisipasi data inflasi AS malam ini, dengan inflasi inti diperkirakan naik dari 2,4 persen ke 2,5 persen dan inflasi umum dari 3,4 persen ke 3,6 persen.
Subscribe untuk membaca
Dapatkan topik berkualitas yang anda butuhkan
Jadi memberSudah jadi anggota? Masuk









Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.