
Data BPS Maret 2026: kemiskinan nasional 8,07 persen, tapi Papua Tengah 30,41 persen dan Bali 3,44 persen. Cek peringkat provinsimu dan artinya.
BPS merilis profil kemiskinan Maret 2026 pada 5 Agustus 2026. Secara nasional, persentase penduduk miskin turun ke 8,07 persen, atau 22,93 juta orang. Tapi angka nasional menyembunyikan jarak yang lebar antardaerah: di provinsi tertinggi, hampir satu dari tiga orang hidup di bawah garis kemiskinan, sementara di provinsi terendah, kurang dari empat dari seratus orang.
Persentase penduduk miskin menurut provinsi, Maret 2026, dengan pembanding September 2025.
| Peringkat | Provinsi | Maret 2026 | September 2025 |
|---|---|---|---|
| 1 | Papua Tengah | 30,41% | 29,45% |
| 2 | Papua Pegunungan | 26,34% | 27,21% |
| 3 | Papua Barat | 18,68% | 19,58% |
| 4 | Papua Selatan | 18,54% | 19,26% |
| 5 | Papua | 18,39% | 17,82% |
| 6 | Nusa Tenggara Timur | 17,52% | 17,50% |
| 7 | Papua Barat Daya | 16,49% | 17,50% |
| 8 | Maluku | 14,91% | 15,25% |
| 9 | Aceh | 12,34% | 12,22% |
| 10 | Gorontalo | 12,16% | 12,62% |
| Indonesia | 8,07% | 8,25% |
Artinya buat kamu: Kalau rata-rata pengeluaran per orang di rumahmu di bawah garis kemiskinan provinsimu (nasional Rp669.235 per bulan), BPS menghitung kamu sebagai penduduk miskin, dan angka itu yang dipakai pemerintah untuk menyasar bantuan.
Ada 38 provinsi dalam tabel BPS. Sepuluh di atas punya persentase di atas 12 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Di ujung lain, lima provinsi dengan persentase terendah adalah:
Provinsi besar di Jawa berada di tengah: Jawa Tengah 9,21 persen, Jawa Timur 9,06 persen, Jawa Barat 6,54 persen, dan Banten 5,38 persen. DI Yogyakarta di 9,70 persen.
Peringkat persentase tidak sama dengan peringkat jumlah orang. Menurut BPS, sebagian besar penduduk miskin tetap tinggal di Pulau Jawa, yaitu 12,02 juta orang, lebih dari separuh total nasional. Jawa Timur saja mencatat 3,71 juta penduduk miskin, Jawa Barat 3,44 juta, dan Jawa Tengah 3,29 juta. Bandingkan dengan Papua Tengah, yang persentasenya tertinggi tetapi jumlahnya 321,28 ribu orang.
Jadi kalau kamu tinggal di provinsi dengan persentase rendah tapi penduduknya padat, jumlah tetangga yang hidup pas-pasan bisa tetap besar. Dua angka ini perlu dibaca bersama.
Data BPS sendiri menunjukkan satu pola yang konsisten: kemiskinan jauh lebih tinggi di perdesaan. Secara nasional, persentase penduduk miskin di perdesaan 10,67 persen, sementara di perkotaan 6,34 persen. Di provinsi teratas, jaraknya jauh lebih lebar. Di Papua Tengah, persentase di perdesaan 39,37 persen, sedangkan di perkotaan 4,18 persen. Di Papua, 38,19 persen di desa dibanding 6,09 persen di kota. Di Nusa Tenggara Timur, 21,64 persen di desa dan 6,71 persen di kota.
Menurut pulau, wilayah Maluku dan Papua mencatat persentase tertinggi, 18,06 persen, sementara Kalimantan terendah di 4,94 persen.
Satu hal yang sering terlewat: garis kemiskinan tiap provinsi berbeda, karena biaya kebutuhan dasar juga berbeda. Pada Maret 2026, garis kemiskinan per kapita di Papua Pegunungan Rp1.275.343 per bulan, tertinggi di Indonesia. Di Jawa Tengah Rp596.676, dan di DKI Jakarta Rp925.525. Artinya, standar "cukup" disesuaikan dengan harga setempat, bukan satu angka untuk semua.
Dibanding September 2025, sebagian besar provinsi di daftar teratas turun, misalnya Papua Pegunungan (27,21 ke 26,34 persen) dan Papua Barat (19,58 ke 18,68 persen). Beberapa justru naik tipis: Papua Tengah (29,45 ke 30,41 persen), Papua (17,82 ke 18,39 persen), Aceh (12,22 ke 12,34 persen), dan Nusa Tenggara Timur (17,50 ke 17,52 persen).
Kalau provinsimu ada di daftar teratas, angka ini bukan label untuk warganya. Ini peta tempat program seperti bantuan sosial, akses layanan dasar, dan pembangunan desa paling dibutuhkan. Kalau provinsimu di bawah, perhatikan jumlah absolutnya: persentase kecil di provinsi padat tetap berarti ratusan ribu orang.
Disusun dengan bantuan AI dari sumber resmi yang ditautkan di atas. Temukan kesalahan? Kirim koreksi lewat ktemu.com/kontak.





Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.