← Kembali
DataAturan BaruKebijakan

Rp2.218 triliun mengalir ke energi hijau dan digital. Siapa yang untung?

Wari · 6 Oktober 2026, 09.31 WIB
Rp2.218 triliun mengalir ke energi hijau dan digital. Siapa yang untung?

Pemerintah resmi jadikan energi hijau dan digital sebagai twin engine ekonomi, butuh investasi Rp2.218 triliun.


Pemerintah resmi menetapkan energi hijau dan pembangunan digital sebagai twin engine penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, dibutuhkan investasi nasional sebesar Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun yang sebagian besar akan mengalir ke infrastruktur energi bersih dan digital.

Kebijakan ini menjadikan nikel sebagai pendorong utama ekonomi hijau, dipadukan dengan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan berkapasitas 100 gigawatt peak. Cadangan nikel Indonesia yang merupakan terbesar di dunia memberikan nilai tambah hingga 160 kali lipat melalui hilirisasi menjadi baterai kendaraan listrik.

Artinya buat kamu: Sektor energi bersih dan ekonomi digital bakal jadi sumber lapangan kerja dan peluang usaha baru paling masif dalam beberapa tahun ke depan.
Angka Hari Ini: Target dan capaian kunci ekonomi hijau
Infografis Ktemu · Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Kartu 5 Baris

  1. Apa yang berubah: Energi hijau dan digital resmi jadi twin engine pertumbuhan ekonomi, dengan target pertumbuhan 6% pada 2027.
  2. Siapa yang kena: Pekerja sektor industri, penanam modal, dan generasi muda yang dicari untuk terlibat dalam transisi energi.
  3. Mulai kapan: Kebijakan diumumkan 29 September 2026, dengan target pencapaian investasi dan pertumbuhan pada 2027.
  4. Yang perlu kamu lakukan: Kembangkan keterampilan di bidang energi terbarukan, ekonomi digital, atau teknologi baterai dan panel surya.
  5. Sumber resmi: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Siaran Pers 29 September 2026 (ekon.go.id).

Angka Hari Ini

MetrikNilai
Pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 (c-to-c)5,45%
Inflasi Agustus 2026 (yoy)3,19%
Target pertumbuhan ekonomi 20276%
Kebutuhan investasi nasionalRp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun
Proyeksi kebutuhan listrik 2030700 hingga 800 TWh
Target kapasitas pembangkit energi terbarukan100 GW peak
Panjang jaringan transmisi47.758 kilometer-sirkuit
Program Listrik Desa 20251.505 lokasi
Target program Listrik Desa 20264.390 lokasi
Indeks ketahanan energi7,13
Nilai tambah hilirisasi nikel160 kali lipat
Proyeksi ekonomi digital 2030USD360 miliar

Nikel Jadi Tulang Punggung Ekonomi Hijau

Cadangan nikel Indonesia yang terbesar di dunia memberikan keunggulan strategis. Melalui program hilirisasi, nikel diolah menjadi baterai kendaraan listrik yang memberikan nilai tambah hingga 160 kali lipat. Renstra Kemenko Perekonomian tahun 2026 juga mengarahkan hilirisasi nikel untuk memperkuat rantai nilai industri nikel kelas 1 dan 2 serta turunannya.

Selain nikel, Indonesia memiliki cadangan silika yang menguatkan industri panel surya. Kombinasi ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global untuk teknologi energi bersih.

Infrastruktur Energi dan Digital Dibangun Bareng

Pemerintah membangun jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer-sirkuit untuk menjamin pasokan listrik bagi industri dan data center. Kebutuhan listrik nasional diproyeksikan mencapai 700 hingga 800 TWh pada 2030, sejalan dengan rencana peningkatan kapasitas pembangkit hingga 100 GW peak berbasis energi terbarukan.

Pemerataan energi juga diakselerasi melalui program Listrik Desa yang menjangkau 1.505 lokasi pada 2025 dan ditargetkan 4.390 lokasi pada 2026. Rasio elektrifikasi ditargetkan mendekati di atas 99% dengan indeks ketahanan energi meningkat ke angka 7,13.

Langkah Praktis Buat Kamu

  • Pelajari keterampilan hijau: Cari pelatihan di bidang panel surya, baterai, atau efisiensi energi yang sedang dibutuhkan industri.
  • Manfaatkan ekonomi digital: Kuasai teknologi AI dan e-commerce yang diproyeksikan tumbuh ke USD360 miliar pada 2030.
  • Pantau peluang investasi: Perhatikan sektor energi terbarukan dan hilirisasi mineral yang menjadi prioritas penanaman modal.

Sumber

Disusun redaksi Ktemu dari sumber resmi yang ditautkan. Temukan kesalahan? Kirim koreksi lewat ktemu.com/kontak.

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan