
TPT nasional turun ke 4,65 persen pada Mei 2026, tapi TPT usia 15 sampai 24 tahun naik ke 17,37 persen. Ini artinya buat pencari kerja muda.
Artinya buat kamu: pasar kerja secara umum makin menyerap orang, tapi kalau kamu berusia 15 sampai 24 tahun dan baru mau masuk kerja, persaingannya justru makin ketat.
Kabar yang paling banyak beredar dari rilis BPS Agustus lalu adalah pengangguran turun. Itu benar. Jumlah penganggur pada Mei 2026 tercatat 7,22 juta orang, berkurang sekitar 24 ribu orang dibanding Februari 2026. TPT turun dari 4,68 persen ke 4,65 persen, dan sejak November 2025 (4,74 persen) arahnya konsisten menurun.
Masalahnya, penurunan itu tidak merata. Kalau dibedah per kelompok umur, hanya usia 25 sampai 59 tahun yang TPT-nya turun. Kelompok paling muda justru bergerak ke arah sebaliknya.
| Indikator (BPS, Sakernas) | Nov 2025 | Feb 2026 | Mei 2026 |
|---|---|---|---|
| TPT nasional | 4,74% | 4,68% | 4,65% |
| TPT usia 15–24 tahun | 16,26% | 16,36% | 17,37% |
| TPT usia 25–59 tahun | 2,98% | 2,93% | 2,56% |
| TPT lulusan SMK | 8,45% | 7,74% | 7,68% |
| TPT lulusan D4/S1/S2/S3 | 5,38% | 6,13% | 6,09% |
TPT 17,37 persen berarti dari setiap 100 orang berusia 15 sampai 24 tahun yang sedang bekerja atau mencari kerja, sekitar 17 orang masih menganggur. Bandingkan dengan kelompok 25 sampai 59 tahun yang hanya 2,56 persen. Selisihnya hampir tujuh kali lipat.
Perlu dicatat dengan adil: rilis ini hanya membandingkan dengan November 2025 dan Februari 2026, tanpa pembanding Mei tahun lalu. Bulan Mei juga berdekatan dengan musim kelulusan sekolah, sehingga sebagian kenaikan bisa bersifat musiman. Meski begitu, angka usia muda sudah di atas 16 persen di tiga periode berturut-turut, jadi ini bukan sekadar lonjakan sesaat.
Menurut pendidikan, TPT tertinggi ada pada lulusan SMK, yaitu 7,68 persen. Lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 berada di 6,09 persen, lebih tinggi dibanding November 2025 yang 5,38 persen. Lulusan SMA di 6,17 persen.
Di sisi gaji, pendidikan masih jelas berpengaruh. Rata-rata upah buruh lulusan D4/S1 ke atas 4,99 juta rupiah per bulan, sementara lulusan SMA 3,18 juta rupiah dan SMK 3,32 juta rupiah. Artinya, gelar sarjana memberi upah lebih tinggi kalau kamu sudah dapat kerja, tapi tidak menjamin kamu lebih cepat dapat kerja.
Rata-rata upah buruh nasional pada Mei 2026 adalah 3,39 juta rupiah, naik 3,08 persen dibanding Februari 2026. Tapi untuk usia 20 sampai 24 tahun, rata-ratanya 2,68 juta rupiah, dan untuk usia 15 sampai 19 tahun 2,02 juta rupiah. Upah baru mendekati rata-rata nasional di usia 25 sampai 29 tahun (3,06 juta rupiah) dan memuncak di usia 50 sampai 54 tahun (3,91 juta rupiah).
Sektor juga menentukan. Upah tertinggi ada di Pertambangan dan Penggalian (5,79 juta rupiah), sedangkan terendah di kelompok Kesenian dan Aktivitas Jasa Lainnya (2,26 juta rupiah). Padahal sektor yang paling banyak menambah pekerja sejak Februari adalah Akomodasi dan Makan Minum (bertambah 0,195 juta orang), yang rata-rata upahnya 2,64 juta rupiah.
Disusun dengan bantuan AI dari sumber resmi yang ditautkan di atas. Temukan kesalahan? Kirim koreksi lewat ktemu.com/kontak.
Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.