
Survei APJII 2026: TikTok 31,8%, Facebook 29,4%, Instagram 27,7%. Yang bermedsos lebih dari 3 jam sehari turun ke 9,3%. Ini artinya buat kamu.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis survei tahunannya pada Mei 2026. Angka besarnya: 235.261.078 orang di Indonesia sudah terkoneksi internet, atau 81,72% dari total penduduk 287.886.782 jiwa. Tapi yang lebih menarik ada di halaman 93 laporan itu: daftar media sosial yang paling sering diakses, dan berapa lama kita membukanya setiap hari.
| Peringkat | Platform | 2026 | 2025 |
|---|---|---|---|
| 1 | TikTok | 31,8% | 35,2% |
| 2 | 29,4% | 21,6% | |
| 3 | 27,7% | 15,9% | |
| 4 | 1,7% | belum jadi opsi | |
| 5 | YouTube | 1,6% | 27,5% |
| 6 | X (Twitter) | 1,5% | 0,6% |
| 7 | Threads | 1,0% | belum jadi opsi |
| - | Lainnya | 5,5% | 1,0% |
Sumber: APJII, Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026, hlm. 93. Survei 1 Februari sampai 15 Maret 2026, 8.700 responden di 38 provinsi, usia minimal 13 tahun, margin of error ±1,1%.
Artinya buat kamu: tiga aplikasi, TikTok, Facebook, dan Instagram, kini menguasai hampir 9 dari 10 jawaban soal media sosial yang paling sering dibuka, jadi di sanalah perhatianmu, iklan yang mengejarmu, dan juga penipu paling banyak berkumpul.
TikTok tetap di puncak, tapi porsinya turun dari 35,2% ke 31,8%. Facebook justru naik dari 21,6% ke 29,4%, dan Instagram melonjak dari 15,9% ke 27,7%. Kalau Facebook dan Instagram dijumlahkan, dua aplikasi milik Meta itu mencapai 57,1%, jauh di atas TikTok.
Ada satu angka yang perlu dibaca hati-hati: YouTube anjlok dari 27,5% ke 1,6%. Laporan APJII tidak menjelaskan sebabnya. Pada 2026 daftar pilihannya juga berubah, WhatsApp dan Threads baru dimasukkan sebagai opsi. Jadi jangan buru-buru menyimpulkan orang Indonesia meninggalkan YouTube. Yang bisa dipegang hanya ini: ketika ditanya soal media sosial, responden 2026 jauh lebih jarang menyebut YouTube.
Di halaman yang sama, APJII mencatat berapa lama orang mengakses media sosial per hari. Hasilnya berubah cukup tajam.
Kelompok yang bermedsos lebih dari 3 jam sehari menyusut dari 29,8% menjadi 9,3%. Sekarang mayoritas, 82,8%, ada di rentang 1 sampai 3 jam. Ini angka yang dilaporkan responden sendiri, bukan rekaman ponsel, jadi bisa saja lebih rendah dari kenyataan. Tetap saja, arahnya jelas: pemakaian yang ekstrem makin jarang diakui.
Pertanyaan soal media sosial bersifat jawaban ganda menurut catatan APJII, dan opsi jawabannya berbeda antara 2025 dan 2026. Perbandingan antartahun sebaiknya dibaca sebagai arah, bukan angka pasti. Durasi juga berdasarkan pengakuan responden.
Disusun dengan bantuan AI dari sumber resmi yang ditautkan di atas. Temukan kesalahan? Kirim koreksi lewat ktemu.com/kontak.
Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.