Peluang UMKM Bali dari program MBG: anggaran Rp1,3 triliun dan kebutuhan bahan pangan lokal

Pemerintah salurkan Rp1,3 triliun untuk MBG di Bali per Oktober 2026, buka peluang petani dan UMKM suplai bahan pangan lokal.
Pemerintah telah menyalurkan anggaran makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp1,3 triliun di Bali per Oktober 2026. Anggaran itu disalurkan kepada 277 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan membuka peluang bagi petani serta pelaku UMKM Bali untuk memasok bahan pangan lokal.
Yang perlu kamu tahu
- Anggaran MBG di Bali per Oktober 2026 mencapai Rp1,3 triliun, meningkat dari Rp517,8 miliar pada 2025.
- Anggaran disalurkan kepada 277 SPPG, naik dari 175 SPPG pada 2025.
- Hingga 15 September 2026, MBG di Bali telah diterima oleh 618.390 penerima manfaat.
- Penerima terbanyak adalah pelajar SD sebanyak 40,14 persen, lalu SMP 22,16 persen, dan SMA 17 persen.
- Sebagian besar bahan baku MBG diproduksi di Bali, namun daging ayam dan telur ayam ras sebagian masih dipasok dari luar Bali.
Siapa yang bisa ikut
- Petani dan pelaku UMKM di Bali yang dapat memasok bahan baku pangan lokal untuk kebutuhan MBG.
- Sasaran penerima manfaat MBG meliputi pelajar SD, SMP, SMA, TK, balita non-PAUD, ibu hamil, ibu menyusui, PAUD, serta guru dan tenaga pendidik.
Cara daftar
- Sumber tidak menyebut prosedur pendaftaran bagi petani atau UMKM untuk menjadi pemasok bahan baku MBG.
- Sumber tidak menyebut mekanisme pendaftaran bagi calon penerima manfaat MBG.
Batas waktu
Sumber tidak menyebut batas waktu pendaftaran atau pendaftaran sebagai pemasok maupun penerima manfaat.
Foto utama: ilustrasi, bukan foto kejadian hari ini. Julia Kado / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0 (sumber foto).
Sumber
Info ini dirangkum redaksi Ktemu dari laporan media yang ditautkan, dan bisa berubah di lapangan. Temukan kesalahan? Lapor lewat ktemu.com/kontak. Follow @ktemudata di Instagram, Threads, dan X untuk update berikutnya.









Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.