IHSG Anjlok 11,22% ke Level 5.203 Usai Trading Halt Dicabut

IHSG anjlok 11,22% ke 5.203 setelah trading halt dicabut. Pemicu usulan MSCI reklasifikasi pasar modal Indonesia jadi standalone market.
Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG anjlok tajam pada perdagangan pagi dan menyentuh level 5.203 atau turun 11,22 persen setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara perdagangan atau trading halt. Penurunan ini terjadi setelah penyedia indeks global MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Yang perlu kamu tahu
- IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada pukul 08.58 WIB, sehingga BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit.
- Perdagangan kembali dibuka pukul 09.28 WIB, namun IHSG justru turun lebih dalam ke level 5.203 atau anjlok 11,22 persen per pukul 09.33 WIB.
- Tekanan jual mendominasi pasar dengan 595 saham melemah, 14 saham menguat, dan 33 saham tidak berubah per pukul 09.00 WIB.
- Pemicunya adalah usulan MSCI mereklasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market, yang masih berada di tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final.
Dampaknya buat kamu
Usulan MSCI ini masih tahap konsultasi dengan pelaku pasar, bukan keputusan final. MSCI membuka masukan hingga 30 April 2027 dan keputusan final akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. MSCI menyebut kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemudahan berinvestasi di pasar modal Indonesia meningkat signifikan, antara lain ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi. Bagi kamu yang punya portofolio saham, penurunan IHSG bisa memengaruhi nilai investasi sementara. Namun ini bukan soal rekening atau tabungan yang hilang. MSCI adalah indeks acuan yang dipakai dana asing, dan belum ada keputusan apa pun yang final. Otoritas pasar modal Indonesia sudah mengumumkan sejumlah langkah reformasi, antara lain peningkatan keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pelaporan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi, serta peta jalan menuju minimum free float 15 persen. MSCI menyatakan akan melanjutkan konsultasi kecuali terdapat bukti jelas mengenai perbaikan signifikan dalam tata kelola dan fungsi pasar. Selama proses konsultasi, MSCI juga mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia, termasuk penambahan Foreign Inclusion Factor dan penambahan jumlah saham dalam perhitungan indeks.
Subscribe untuk membaca
Dapatkan topik berkualitas yang anda butuhkan
Jadi memberSudah jadi anggota? Masuk









Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.